Wednesday, March 4, 2020

Pengurus Pesantren Al-Azhar Citangkolo Adakan Sharing Pengetahuan Manajement Pesantren Dengan Pengurus Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta


Banjar, Alazhar Media
Pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 sampai dengan hari Senin, 2 Maret 2020 Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar melakukan kunjungan ke Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta dalam rangka sharing untuk memperbaiki sistem keuangan dan persiapan Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Baru 2020/2021. Dalam kunjungan tersebut didatangi langsung oleh Gus Ahmad Bananu Syafiq selaku Ketua Umum Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Bendahara Pusat Putra serta Ketua Panitia dan Sekretaris  PSB Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar.
Dalam kunjungan tersebut Pengurus Al-Azhar bertemu dengan Kang Ahmad Rojafi selaku ketua panitia PSB, para pengurus bendahara madrasah, dan pengurus BMT. Banyak hal yang ditanyakan oleh pengurus Al-Azhar dalam hal untuk memperbaiki sistem keuangan dan persiapan PSB Tahun Baru 2020/2021. Hal-hal yang ditanyakan mengenai keuangan yaitu bagaimana pengelolaan sistem keuangan, sistem aplikasi keuangan yang dipakai, perekapan keuangan, penarikan tunggakan santri, struktur dan tugas masing-masing bendahara madrasah, pondok, yayasan dan BMT (Baitul Maal Wa Tamwil). Untuk hal-hal yang ditanyakan oleh pantia PSB yaitu sinkoronisasi dalam hal penerimaan santri baru baik lembaga sekolah dan pondok, sistem yang digunakan Pesantren Pandanaran dalam menerima santri baru, cara pengurusan data santri, tes masuk santri, pembayaran santri baru, fasilitas-fasilitas yang didapatkan santri baru di pesantren Pandanaran, dan cara soan santri baru kepada pengasuh.
Pengurus Al-Azhar melakukan kunjungan ke Pesantren Pandanaran karena dirasa Pesantren Pandanaran layak dijadikan contoh karena telah berhasil dalam hal manajemen dan administrasi pesantren dan madrasah. Semua komponen lembaga berjalan secara bersamaan tanpa berjalan sendiri-sendiri khususnya antara pondok dan sekolah baik dalam hal keuangan dan PSB. Pesantren Pandanaran sendiri memiliki lembaga madrasah dari mulai PAUD, RA, MI, MTs, MA dan Sekolah Tinggi. Semua santri yang ada di Pesantren Pandanaran wajib mondok walaupun santri tersebut rumahnya dekat dengan pesantren.
Dalam hal keuangan, Pesantren Pandanaran memiliki 1 pintu jalur pengelolaan dan dikelola oleh BMT. BMT merupakan semacam BANK yang ada di pesantren. Namun, setiap lembaga pondok dan madrasah juga ada bendaharanya masing-masing. BMT berfungsi sebagai penampung dan juga pengelola keuangan. Sementaara bendahara masing-masing lembaga bertugas sebagai pengelola di lapangan dan memberikan laporan  pertanggungjawaban keuangan kepada BMT. Di dalam BMT tersebut juga terdiri dari bendahara pondok dan madrasah, karena untuk memudahkan penyaluran dana yang dikeluarkan. Bendahara madrasah juga menjelaskan bahwa santri tidak memegang uang saku dan ATM, karena dikhawatirkan uang hilang. Uang jajan santri setiap harinya dikelola oleh BMT. Santri hanya boleh memegang uang saku Rp 20.000 perhari, jika lebih dari jumlah tersebut, maka harus ada izin dan tanda tangan pengurus. Setiap orang tua yang akan mengririmkan uang jajan, biaya pondok dan madrasah melalui transfer BRI Virtual Account. Setelah pengurus BMT menerima transfer dari bank maka dimasukan uang tersebut ke dalam pengelolaan keuangan BMT. Penarikan tunggakan bagi santri yang menunggak dilakukan dengan cara berkunjung kepada orang tua santri, penarikan oleh wali kelas, dan bagi santri yang di madrasah mempunyai tunggakan di pondok dan madrasah tidak boleh mengikuti ujian pondok dan madrasah.
Kang Rojafi selaku ketua PSB menjelaskan bahwa sampai Bulan Februari ini, Pesantren Pandanaran sudah menerima 1.000 santri baik putra dan putri dan akan dibuka lagi pendaftaran gelombang kedua pada Bulan April. Penerimaan santri baru di Pesantren Pandanaran 1 pintu (menyatu)  antara lembaga madrasah dan sekolah. Pesantren Pandanaran dalam hal promosi pondok dan madrasah tidak melakukan sosialisasi. Pesantren Pandanaran dalam hal promosi menggunakan media online yaitu melalui facebook, instagram, youtube dan website, serta memperdayakan alumni dan saudara santri. Panitia PSB terdiri dari 90 orang termasuk di dalamnya dari pihak lembaga madrasah dan sekolah. Sistem penerimaan santri baru di Pondok Pesantren Pandanaran menggunakan sistem online melalui website PSB. Untuk data santri tidak mengumpulkan berkas-berkas dalam bentuk hardcopy tetapi dengan cara mengirimkan upload foto dalam bentuk softcopy.
Biaya masuk di Pesantren Pandanaran Rp 8.600.000, jumlah tersebut diberi jangka waktu 7 hari untuk pelunasan. Untuk mendapatkan kamar, santri minimal harus membayar biaya Rp 6.000.000. selain itu tim PSB Pesantren Paandanaran juga memiliki Tim Psikotes untuk mengenali psikolog santri. Bagi santri yang hendak mendaftar ke Pesantren Pandanaran harus melalui tahapan-tahapan berikut: daftar online, upload berkas, download dan print hasil daftar, datang sesuai tes tanggal, lulus ke tahap berikutnya, validasi data, pembayaran, cetak nomor kamar dan KTS (Kartu Tanda Santri). Untuk santri yang sudah diterima di Pesantren Pandanaran akan diberikan KTS yang disiapkan dan dibuatkan sendiri oleh panitia PSB. Setiap santri hanya memilki 1 KTS dan berlaku untuk pondok dan sekolah.
Gus Syafiq selaku Ketua Umum Santri Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar mengharapkan sistem keuangan dan tata cara peneriamaan santri baru yang ada di Pesantren Pandanaran bisa diterapkan di Pesantren Al-Azhar. Melihat dari sistem, manajemen dan administrasi yang baik dan tertata rapi juga semua lembaga pondok dan madrasah/sekolah semuanya berjalan secara berisnergi/bersama-sama.
(Report: Ust. Ridwan/Editor: Ust. Bad’ul/Alazhar Media/04/03/2020)

No comments:

Post a Comment