Friday, September 13, 2019

Propaganda dan Adu Domba Menjadi Penyebab Konflik Antar Umat Manusia


Dalam rangka memperingati tahun baru Islam bulan Muharam 1441 H, Haul KH. Abdurrohim dan Masyayikh Ma’had sekaligus Khotmil Qur’an serta HARLAH ke-59 Pondok Pesantren Mifrtahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar, Jawa Barat menyelenggarakan Halaqoh Kebangsaan dan Bedah Buku “Daulah Islamiyah dalam Al-Qur’an dan Sunah”.

Dalam acara tersebut ada 3 narasumber yang menjadi pembicara salah satunya Gus M. Najih Aromadloni, M. Ag, beliau menyampaikan materi kedua setelah Kang Ayik Heriansyah, Gus. M. Najih Aromadloni, M. Ag, adalah penulis buku “Daulah Islamiyah Dalam Al-Qur’an dan Sunah”, beliau menyampaikan bahwa”Propaganda menjadi awal mula perpecahan di daerah timur tengah seperti Maroko, Mesir, Suriah,Tunisia, Yaman dan negara-negara timur tengah lainnya, konflik yang terjadi di negara-negara tersebut berawal dari agenda pertarungan politik”. Selain membahas tentang kondisi sosio-kultural di wilayah timur tengah, Gus M. Najih Aromadloni juga membahas tentang konsep Khilafah yang tidak sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia.

Selain tiga pemateri dalam acara Halaqoh Kebangsaan dan Bedah Buku, Gus A. Bananu Syafiq memandu acara tersebut sebagai moderator, belliau dapat menambah suasana fokus dan konklusi kesimpulan yang padat.

Pemateri ketiga dalam acara tersebut disampaikan oleh Mas Najib, selaku Pimpinan Redaksi Penerbit Harakataruna, beliau mengungkapkan bahwa”Awal mula gerakan radikalisme bermula dari penyebaran fitnah melalui media sosial, hal ini sangat berbahaya jika tidak di berikan antisipasi dan solusinya mengingat ruanglikup media sosial jangkkauannya sangat luas, serta dapat secara massif mempengaruhi pemikiran dan sikap manusia”.

(Penulis: Bad’ul Hilmi AR/Ketua Lajnah Bahtsul Masail PP.Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar)


No comments:

Post a Comment