Monday, September 16, 2019

Makna Kalimat Istighfar Menurut Ulama Shorof


Banjar, Alazhar Media
Kalimat istighfar sangat di anjurkan di baca oleh umat islam pada umumnya, sebagaimana tradisi kaum pesantren, bacaan istghfar biasa di baca setelah sholat fardhu baik dalam susunan wirid ataupun susunan bacaan yang sudah mashur dikalangan masyarakat, hal ini berdasarkan Hadist Rasululah SAW yang di riwayatkan oleh sahabat Ibn Abbas ra dalam kitab hadist sunan abi dawud juz 4 hal. 314:
سنن أبى داود (4/ 314)
 حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan, dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.’”

Begitu pentingnya kalimat istighfar yang sudah terlaku di kalangan umat islam, bahkan setiap saat bisa di baca sebagai ungkapan do’a sebagimana keutamaan istighfar yang ada dalam hadist Rasululah SAW.

Mengingat begitu penting dan besar manfaat dari pada membaca kalimat Istghfar, perlu kiranya umat islam mengetahui makna dari kalimat istghfar. Kalimat istghfar menurut ulama ahli shorof mengikuti bab fi’il tsulasi mazid sudasi (fiil tsulasi yang di tambah 3 huruf tambahan( استفعل – يستفعل  (lihat kiatb Hal al-Ma’qud Min Nadmi al-Maqsud)
Ketika kalimat استغفر di tashrif maka:
 استغفر – يستغفر – استغفارا – مستغفَرا – مستغفِر – مستغفَر – استغفِر – لا تستغر – مستغفَر مستغفَر
Memiliki makna sebagai berikut:
1. Menunukan arti Tholab yaitu fa’il (pelaku) mencari asal fi’il dari maf’ul seperti contoh: استغفر زيد الله (Zaid minta ampun kepada Allah Swt), makna tholab dalam kitab Talhisul Asas, Hal; 24 menjelaskan bahwa”Ulama shorof terdapat khilaf (perbedaan pendapat) dalam membedakan antara Tholab dan Sual, menurut sebagian ulama jika makna Tholab hanya tertentu pada hati, sedangkan makna Sual tertentu pada lisan. Namun menurut sebagian Ulama lainnya berpendapat bahwa makna Tholab dan Sual itu tidaklah berbeda dengan arti makna Tholab dan Sual memiliki makna sama.
2. Menunjukan arti Wujdan yaitu fa’il (pelaku) menemukan maf’ul dalam sifat atau asal fi’il seperti contoh: استعضمتُ الأمر (Aku menganggap besar/penting pada perkara itu)
3. Menunjukan arti Tahawul yaitu menunjukan arti berubah atau perpindahannya fa’il (pelaku) pada asal fi’il, seperti contoh: إستحجر الطّينُ ( Tanah liat itu berubah menjadi batu), lihat di kitab Tadrijul Adani hal. 31).
4. Menunjukan arti Takalluf yaitu menunjukan arti kesungguhan fa’il dalam menghasilkan asal fi’il, seperti contoh: استجرأ زيد (Zaid memberanikan diri).
(Masih ada beberapa makna lainnya – Pen)

Sedangkan jika di terapkan kedalam kalimat istighfar yang mashur di lantunkan, maka bisa di baca dengan kalimat: أَستغفرُ اللهَ العظيمَ , jika di bahas kalimat أَستغفرُ adalah perubahan dari asal kalimat استغفر kemudian di pindah ke bentuk fi’il mudhore menjadi يستغفر, untuk bisa menghasilkan kalimat أَستغفرُ maka di tasrif lughowi-kan sampai pada makna Mutakalim Wahdah (menunjukan makna أنا/saya) kalimat أَستغفرُ bentuknya fi’il mudhore yang memiliki makna Hal atau Istiqbal (lihat di kitab-kitab nahwu/shorof), tarkib yang tersusun dari kalimat أَستغفرُ sudah mencakup adanya (Fi’il dan Fa’il) sedangkan kalimat اللهَ terkibnya menjadi maf’ul yang dihukumi mahal nasob sedangkan العظيمَ dapat di tarkib sebagai na’at/sifat dari Man’ut kalimat اللهَ yang i’robnya ta’bi (lihat ko’idah na’at-pen). Jika di maknai secara lughot kalimat istighfar أَستغفرُ اللهَ العظيمَ maka memiliki arti (Aku Meminta Ampunan Dosa kepada Allah Swt yang maha Agung/besar) (Lihat makna yang dimiliki pada bab ( استفعل – يستفعل , makna yang condong lebih banyak di gunakan adalah makna Tholab (mencari).

Penulis: Bad’ul Hilmi AR/Ketua Lajnah Bahtsul Masail PP.Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar


No comments:

Post a Comment