Tuesday, June 2, 2020

Teladan Rasulullah SAW: “Motivasi Santri Dalam Mengemban Amanah”

Pesan Amanah atau kisah-kisah teladan tentang amanah sering didengar dari para guru-guru dan kiyai, manakala memberi wejangan pada pengurus baru dalam seremoni pelantikan pengurus pesantren. beliau mengisyaratkan betapa beratnya mengemban Amanah sekaligus memberi motivasi dari ketabahan menjalani amanah ia akan menerima buah atau balasan yang membahagiakan. Kisah Amanah sendiri juga terekam di surat al-Ahzab ayat: 72, “sungguh kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, gunung-gunung.  Tapi semuanya enggan untuk memikul amanat tersebut. Dan mereka khawatir tidak melaksanakan (sebab berat). Lalu dipilihlah amanat oleh manusia. Sungguh manusia sangat dzalim dan bodoh.

Mufasiriin berbeda pendapat mengenai apa isi dari amanat tersebut. Dalam kitab durrotunnasihin, ada yang berpendapat bahwa, yang dikehendaki amanat tersebut adalah “ta’at”, Ada pula yang berpendapat amanat tersebut bermakna syari’at meliputi shalat, zakat puasa dan syariat lainnya kemudian sebagian ulama lainnya mengemukakan yang dikehendaki dari amanat tersebut adalah al-Qur’an.

Ada kisah mengharukan yang masih berhubungan dengan pendapat ini. Ketika hari kiamat Allah SWT berkata pada lauh mahfudz: “bagaimana amanat yg aku titipkan padamu, apa yg kau perbuat padanya? Luh mahfudz menjawab: “wahai tuhanku, aku titipkan pada isrofil”. Mendengar jawaban lauh mahfudz, Allah SWT memanggil isrofil lalu mengajukan pertanyaan yang sama. “aku titipkan pada mikail” jawab isrofil. Dan malaikat mikail pun ditanya dan pertanyaan bergulir ke malaikat jibril. Jibril menjawab: “aku sampaikan pada Kekasihmu, Muhammad SAW.” Kemudian Allah SWT segera mengutus malaikat untuk mendatangkan Kekasihnya dengan ucapan yg lembut. Sesampainya sang kekasih yaitu Nabi Besar Muhammad SAW, Allah mengutarakan pertanyaan: “wahai kekasihku, apakah jibril telah menyampaikan Qur’an  pada engkau?”. “betul” jawab kekasihnya. “apa yang engkau lakukan dengan amanat tersebut?” “aku sampaikan pada umatku, ya Rabby”, Mendengarkan penjelasan Nabi Muhammad SAW, Allah SWT menyuruh para malaikat memanggil umatnya untuk mempertanggung jawabkan amanat yg diterima. Sebelum malaikat menyampaikan perintah amanat kepada Nabi Muhammad SAW (Habibullah) menyampaikan keberatan. “yaa Allah, umatku sangatlah lemah, sangatlah teledor dalam mengemban amanah. Izinkan aku bertemu nabi Adam as. Setelah mendapat izin, Nabi Muhammad SAW sowan atau bertemu nabi Adam As, dan berkata: “wahai adam, engkau bapak dari seluruh manusia, sedangkan aku nabinya. Oleh karenanya tanggunglah setengah dosa-dosa mereka dan akupun setengah sisanya”. Namun nabi adam menjawab tak sesuai harapan: “aku sudah berat mengurus diriku sendiri dan itupun aku tak mampu”. Mendengar jawaban Adam as, Nabi Muhammad SAW kembali menghadap Allah SWT. beliau sujud dibawah ‘Arsy. dan butiran air mata mengalir deras sebab beliau tahu apa yg akan dialami ummatnya sebab mengemban amanah (al-Qur’an). Dan Beliau berdoa: “Yaa Allah, aku tidak memintakan untuk diriku, Fatimah putriku dan tidak pula untuk hasan dan husain. Yang aku kehendaki untuk ummatku”. Allah mengabulkan harapan Nabi Muhammad SAW (sang kekasih) dengan perkataan lembut, kasih seraya memuliakan: “wahai kekasihku, angkatlah dari sujudmu. Berikan syafa’at umatmu, aku meridhoi ummatmu seperti halnya engkau ridho. Bahkan lebih dari itu”.

Semoga kita semua menjadi manusia yang amanah dan dapat menauladani Habibullah Nabi Besar Muhammad SAW.
ALLAHUMMA SHALI’ALA SAYYIDINA MUHAMMAD…

Penulis : Gus A. Zulfi Fahmi
Editor : Bad’ul Hilmi AR
(Al-Azhar Media/02/06/2020)

No comments:

Post a Comment