Tuesday, October 29, 2019

Rahasia Syekh Zarnuji Menulis Kitab Ta’limul Muta’alim


Kitab Ta’limul Muta’alim di karang oleh Syekh Zarnuzi, kitab ini berisi tentang pentingnya adab dalam mencari ilmu, kitab Ta’limul Muta’alim merupakan kitab yang masuk dalam jajaran waktu yang paling tua dalam dunia literasi Islam yang membahas Tarbiyah (pendidikan) dan Ta’lim (Pengajaran), kitab ini juga dijadikan rujukan dan menjadi salah satu kurikullum hampir di seluruh pondok pesantren di nusantara yang berfokus membahas ilmu adab dalam mencari ilmu.

Dalam ulasan dan isi dari kitab Ta’limul Muta’alim termuat 13 Fasal pembahasan yang masing-masing dari setiap fasal memiliki pesan nasihat tentang adab khususnya bagi para pencari ilmu (santri), isi pembahasan dalam kitab tersebut adalah buah dan petuah yang berawal dari alasan Syekh Zarnuzi dalam muqodimah kitab tersebut, beliau mengungkapkan bahwa :

(تعليم المتعلم : ص 3-4 )
فلما رأيت كثيرا من طلاب العلم فى زماننا يجدون إلى العلم ولايصلون أومن منافعه وثمراته وهى العمل به والنشر ـ يحرمون لما أنهم أخطأوا طريقه وتركوا شرائطه، وكل من أخطأ الطريق ضل، ولاينال المقصود قل أو جل، فأردت وأحببت أن أبين لهم طريق التعلم على ما رأيت فى الكتب وسمعت من أساتيذى أولى العلم والحكم
Terjemah : Kalau saya melihat (memperhatikan) para pelajar (santri), sebenarnya mereka telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi banyak dari mereka tidak mendapat manfaat dari ilmunya, yakni berupa pengamalan dari ilmu tersebut dan menyebarkannya. Hal itu terjadi karena cara mereka menuntut ilmu salah, dan syarat-syaratnya mereka tinggalkan. karena, barangsiapa salah jalan, tentu tersesat tidak dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu saya ingin menjelaskan kepada santri cara mencari ilmu, menurut kitab-kitab yang saya baca dan menurut nasihat para guru saya yang ahli ilmu dan hikmah. (Kitab Ta’limul Muta’alim Hal. 3-4)
Tantangan era jaman yang semakin modern menuntut para pembelajar khususnya santri dapat menempatkan dirinya dalam berbagai bidang keilmuan, hal ini tentu dirasa berat karena bagi para santri yang harus mampu menempatkan dirinya berada di tengah antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, memilah dan menentukan tujuan dalam konteks kekinian, menjadi hal yang wajib bagi pelajar Islam khususnya para santri.
Dua arah sub keilmuan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang sangat berbeda latarbelakangnya, baik nilai implementasi ataupun cara berfikirnya, satu arah sub keilmuan dalam agama Islam akan bermuara kepada pemikiran, sikap ataupun akhlak  misalkan: ilmu tajwid yang membahas tentang bagaimana tata cara membaca al-Qur’an, ilmu Aqidah yang membahas tentang keimanan dan batasan yang akan menjadi pagar kepercayaan, ilmu akhlak membahas tentang bagaimana tata cara bersikap dalam semua arah, baik dengan sang pencipta, manusia ataupun alam dan makhluk ciptaannya (Allah SWT), ilmu sejarah membahas tentang suatu peristiwa atau kejadian masa lalu yang diharapkan dapat di jadikan sebagai Hikmah dan uswah bagai pembelajar agama Islam, ilmu fiqih membahas tentang tata cara dan aturan hukum syari’at yang bersumber dari al-qur’an, Hadist, Ijma, Qias sebagai nilai produk pemahaman tentang agama Islam pada umumnya, ilmu Ushul Fiqh membahas tentang point per point terkait rumusan dasar akan pemahaman agama Islam dari para Ulama salafussholih, Ilmu Nahwu dan Shorof membahas tentang qo’idah (aturan) bagaimana meletakan dan menarik pemahaman dari bahasa arab yang menjadi bahasa utama dalam sumber rujukan agama islam baik al-Qur’an, Hadist, Ijma, Qias ataupun Qoul Ulama yang banyak di tuangkan dalam kita-kitabnya sebagai produk untuk ‘awamul muslimin yang memudahkan dalam hal penggalian sumber hukum dan pemahaman agama Islam, dan masih banyak lagi ilmu cabang agama Islam yang sejatinya akan bermuara kepada pemikiran, sikap dan akhlak manusia, semua itu di berikan oleh Allah SWT sebagai petunjuk bagi umat Islam.
Satu arah sub keilmuan yang lainnya, yang sejalan dengan tantangan jaman modern adalah Ilmu pengetahuan umum yang notabenenya akan bermuara kepada nilai keduniawi-an sebagai jawaban dari era perubahan misalkan ilmu Matematika membahas tentan alogaritma angka terhadapa fakta fenomena yang dituangkan dalam bentuk rumusan untuk mencari sebuah jawaban, ilmu fisika membahas tentang perubahan dan bentuk dari sebuah keinginan manusia yang termuat dalam bentuk logika rumus, Ilmu biologi membahasn tentang anatomi dan organ makhluk hidup yang termuat dalam bentuk kaidah dan framing pengetahuan dan kebutuhan manusia, ilmu Sosiologi, Ilmu Kimia, Ilmu antropologi, Ilmu sejarah umum, dan masih banyak lagi, yang kesimpulannya akan bermuara kepada nilai duniawi jika tidak di control dan di berikan batasan, namun sebaliknya jika Ilmu pengetahuan umum dijadikan sebagai media dan tujuan kebaikan maka nilainya akan menjadi muara dan sarana pendukung untuk tujuan Agama.
kesimpulan dari pemaparan Syekh Zarnuji terkait alasan mengarang kitab Ta’limul Muta’alim yang tertuang dalam muqodimah kitabnya adalah tentang ketiadaan manfaat dan sulitnya untuk mengimplementasikan nilai-nilai agama Islam, hal ini sangat dipengaruhi oleh pengaruh beragam ilmu pengetahuan yang seyogyanya bagi para santri harus dapat memilah dan menentukan tujuan dalam mencari ilmu khususnya Ilmu Agama Islam.

(Penulis: Bad’ul Hilmi AR/Ketua Lajnah Bahtsul Masail PP.Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar)


No comments:

Post a Comment