Saturday, December 1, 2018

SANTRI MADRSAH DINIYAH IKUTI KOREKSIAN KITAB


Citangkolo, Jum'at 30 Desember 2018
Setiap lembaga pendidikan harus siap dengan perubahan, jika ingin maju dan berkembang maka perlu adanya penambahan budaya baru dalam kegiatan belajar mengajar, seperti yang dilakukan Madrasah Diniyah Ulya Al Azhar (MDUA), menjadikan Koreksian Kitab sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester Ganjil.

“semua santri yang akan mengikuti Ujian Akhir Semester Ganjil wajib mengikuti koreksian kitab (KORTAB)”ungkap Gus M Basiturrijal, selaku Mudier MDUA,(27/11/2018).

Dalam pelaksanaanya, Kortab ini ditujukan agar para santri memiliki kemampuan menulis pegon dengan baik dan benar, selain agar mereka dapat kembali  muthola’ah kitabnya, juga akan mempercepat para santri untuk dapat faham dan mampu membaca kitab beserta maknanya, lebih jauh lagi mereka akan mampu memahami tarkib dan Mausul setiap kalimatnya.

“kalo tidak kita tuntut untuk melengkapi makna dikitabnya masing - masing, nanti mereka tidak mau melengkapi makna kitabnya yang bolong, kalo kitabnya saja sudah tidak lengkap maknanya, kemungkinan mereka akan malas untuk belajar apalagi membuka kitabnya (Muthola’ah) dikamar”,tambahnya.

Adapun kitab yang diujikan , antara lain: Kitab Fathul Mu’in, Kitab Bulughul Marom, Kitab Taklimul Muta’alim, Kitab Alfiyah Ibnu Malik dan Kitab Warokot. Kitab yang dinyatakan lulus Kortab adalah Kitab yang tidak bolong maknanya lebih dari lima baris, dimulai dari awal semester sampai batas akhir pelajaran semester ganjil.

“Koreksian kitab ini dilakukan dengan dua tahapan, bagi yang tidak lulus ditahapan yang pertama, maka masih bisa ikut pada tahapan yang kedua. Kiotab ini melibatkan seluruh Dewan Asatidz sebagai penguji, dan sebanyak lebih dari 130 santri PA dan PI  MDUA yang mengikuti uji Kortab”. ungkap Kang Zainal Arifin, selaku pengurus MDUA.

Bagi yang tidak lulus ditahapan yang kedua, maka tidak diperkenankan mengikuti Ujian. Langkah ini diambil agar para santri sungguh – sungguh untuk belajar dipondok pesantren, dan benar – benar mentaati peraturan.

“harapan kami dengan menjadikan Kortab ini sebagai Syarat mengikuti ujian, mereka menjadi lebih rajin berangkat diniyah dan menumbuhkan budaya menulis dikalangan para santri”.pungkas Mudier Ulya. 

koreksian kitab ini juga dilaksanakan pada jenjang wustho yang di lakukan sehari sebelum pelaksanaan kortab pertama di ulya. penerapan program yang pertama kali di lakukan di wustho di harapkan mampu menjadi pemicu semangat dalam menulis makna di dalam kitabnya.
(Amirul Mukminin)

No comments:

Post a Comment