Sunday, May 26, 2019

Peran Santri Dalam Peta Media Digital Di Media Sosial


Peta adalah gambaran bersekala secara detail, sedangkan media Islam dapat di artikan sebagai media atau sarana online yang di dominasi dengan konten-konten islami.

Menyikapi fenomena perubahan sosial saat ini, maka dunia pesantren khususnya para santri perlu adanya gerakan literasi digital dalam arti sempit adalah proses dan kemampuan santri dalam membaca dan memfilter informasi yang ada di dunia maya, yang saat ini mendominasi bacaan di media social. Karena jika salah mengambil informasi secara valid dan terlanjur basah dalam arus provokasi, maka informasi yang di dapat akan menimbulkan berita hoaxs dan kebohongan publik bahkan dapat berujung pada fitnah, dan perpecahan kesatuan umat.

Laporan We Are Social tahun 2019 mengungkapkan bahwa: Populasi penduduk indonesi sebanyak 268,2 juta, Pengguna internet 150.0 juta (56%), Pengguna aktif medsos 150 juta (56%), Pengguna internet menggunakan gawai mobile sebanyak 80% dari seluruh populasi penduduk indonesia, Rata-rata aktivitas internet/hari: 8 jam, 36 menit sedangkan Rata-rata akttivitas medsos/hari : 3 jam 26 menit.

Perlu kita ketahui popularitas media sosial sampai tahun 2019 dari pengguna aktif media sosial di Indonesia (156 Juta/56%) diantaranya: Youtube 88%, Whatsapp 83%, Facebook 81%, Instagram 80%, Line 59 %, Twitter 52 %, Facebook massanger 47%, BBM 38%, Linkedin 29 %, Pinterest 29 %.

Arthurs, Drakopoluo dan Gandini tahun 2018 mengungkapkan karakteristik empat media sosial terpopuler yaitu:
1. Youtube, mempunyai karakteristik pengguna:
 - Segmen usia pengguna merata.
 - Ruang komersial hibrida.
 - Budaya clogging dan pesohor youtube.
2. Facebook, mempunyai karakteristik pengguna:
 - Terminal besar menuju medsos lain dan mempunyai fasilitas spesifik
 - Segmen usia pengguna aktif usia dewasa  (25+).
3. Instagram, mempunyai karakteristik pengguna:
 - Segmen utama pengguna dibawah usia 25 tahun.
 - Kultur visual (kesadaran estetika)
 - Lebih sedikit posting dan komentar
4. Twitter, mempunyai karakteristik pengguna:
 - Segmen usia pengguna lebih muda di banding dengan pengguna facebook,
 - Budaya teks percakapan dan realtime.
 - Budaya opini dan diskursus 

Dunia digital semakin explicit dan membaur di kehidupan masyarakat, arus dan perubahan yang begitu besar akan sulit di bendung, maka dari pada itu santri yang hidup di era modern saat ini harus mampu dalam membaca dan memfilter informasi yang ada di dunia maya, agar supaya dapat membentengi dirinya dari virus provokasi dan fitnah publik.

Penulis: Bad’ul Hilmi AR/Ketua Lajnah Bahtsul Masail PP.Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar


No comments:

Post a Comment