14 April 2022

Kafarat dan fidyah Puasa Ramadhan


Kajian kitab asrar al-shaum karangan Abi Hamid Muhamad bin Muhamad Al-Ghozali.

Kewajiban-kewajiban bagi orang yang batal puasanya ada empat. Pertama, qadla puasa bagi setiap muslim yang mukallaf yang meninggalkan puasa karena sebab udzur atau tanpa udzur. Seperti orang yang sakit atau dalam perjalanan yang tidak mampu puasa, wajib menqodlo pada hari di selain bulan ramadhan.

 

Bagi orang yang non islam, anak kecil dan orang gila tidak wajib qadla puasa. Orang non islam jika masuk islam maka tidak memilik tanggungan untuk mengqodlo puasa yang di tinggalkan Ketika dia masih non islam begitu juga anak kecil. Berbeda dengan Wanita haidl dan orang yang keluar dari islam wajib qadla puasa jika ia Kembali masuk islam.

 

Kedua, kafarat di bebankan kepada orang yang batal puasa sebab melakukan hubungan badan pada siang hari. Kafaratnya adalah merdeka kan budak jika tidak ada maka puasa dua bulan berturut-turu. Jika tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin setiap orang 1 mud (675 gram) beras.

 

Ketiga, imsak atau menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa. Kewajiban ini berlaku bagi orang yang batal puasanya karena makan atau lupa niat. Kewajiban ini tidak berlaku bagi Wanita haidl dan musafir yang berada dalam perjalanan 2 marhalah (80 ,64 km). orang sedang dalam perjalanan tetap di utamakan berpuasa jika kuat menjalankannya.

 

Keempat, membayar fidyah bagi Wanita hamil atau Wanita menyusui jika khawatir terhadap perkembangan gizi anaknya. Dia diwajibkan membayar 1 mud (675 gram) beras kepada orang miskin untuk satu hari yang ditinggalkan disertai dengan qadla puasa. Bagi orang yang sudah berumur yang tidak kuat berpuasa dan tidak mungkin qodlo puasa maka cukup mengganti dengan fidyah yaitu memberikan 1 muda beras kepada orang miskin. Hal ini juga berlaku untuk orang yang sakit yang di vonis tidak boleh berpuasa karena mengancam jiwa.

Penulis : Gus Rijal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar