05 April 2022

Ru’yat al-hilal dan Niat Berpuasa




Kajian kitab asrar al-shaum karangan Abi Hamid Muhamad bin Muhamad Al-Ghozali

Kewajiban-kewajiban dzohir dalam berpuasa ada enam:


Pertama, menanti awal bulan ramadhan dengan cara melihat hilal. Untuk melihat hilal dilakukan dengan cara melakukan hisab kemudian hasil hitungan tersebut di aplikasan dalan ru’yat al-hilal. Jika tidak dapat melihat hilal karena faktor cuaca atau yang lain maka bulan sya’ban di sempurnakan menjadi 30 hari.


Dalam penentuan ru’yah 1 romadlon bisa di dapat dengan perkataan satu orang adil yang di percaya sehingga Ketika ada satu orang yang bersaksi melihat hilal dan orang tersebut di Yakini kebenarannya maka wajib berpuasa. Namun dalam penentuan 1 syawal di perlukan minimal dua orang adil karena ihtiyath terhadap sebuah ibadah.


Imam ghozali menyebutkan bahwa jika dalam satu wilayah terlihat hilal maka berpuasa untuk wilayah itu namun wilayah lain yang tidak melihat hilal bisa mengikuti berpuasa jika jaraknya tidak lebih dari dua marhalah (80,64 km).


Kedua, niat. Niat adalah menyengaja melakukan ibadah dengan mengucapkan niat disertai keyakinan didalam hati untuk melakukan ibadah tersebut. Niat dalam berpuasa dapat dilakukan semenjak terbenamnya matahari (malam) hingga terbitnya matahari (subuh). Niat perlu di lakukan setiap hari selama bulan ramadhan.


Dalam niat diperlukan penyebutan ramadhan dan fardlu. Sehingga tidak cukup hanya berniat “saya puasa fardlu untuk hari esok”. Yang tepat adalah “saya berpuasa esok hari dengan puasa wajib (fardlu) ramadhan”.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى


Puasa yang tidak di niati dengan benar sesuai dengan ketentuan maka puasanya tidak sah. Sehingga perlu diperhatikan dalam melaksanakan salah satu rukun puasa ini. Beberapa ulama memberi solusi untuk mengantisipasi lupa dalam niat dengan cara niat untuk seluruh hari di bulan ramadhan dengan mengikuti pendapat imam malik yang memperbolehkannya. Dengan niat

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

 “saya niat berpuasa fardlu untuk seluruh hari pada bulan ramadhan dengan mengikuti Imam Malik karena allah ta’ala”.

Niat ini hanya Langkah antisipasi Ketika lupa.

Penulis : Gus Rijal

No comments:

Post a Comment