Thursday, February 28, 2019

SAMBUTAN PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PEMBUKAAN MUNAS DAN KONBES NU DI PONPES MIFTAHUL HUDA AL-AZHAR CITANGKOLO



Alazhar Media,
Pembukaan Musyawarah Alim Ulama Dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Langensari Kota Banjar, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di panggung utama, Menyampaikan terima kasih atas kontribusi besar NU, selain menyampaikan ucapan terima kasih, Presiden Joko Widodo menyampaikan terkait tantangan revolusi industri 4.0, penguatan sumberdaya manusia, dan pentingnya persaudaraan antar bangsa, Jokowi juga menyinggung persoalan hoaks dan fitnah yang selama ini menjadi makanan hangat di media sosial.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, kalau ada fitnah-fitnah dan isu-isu, apalagi dari pintu ke pintu, masyarakat tidak boleh tinggal diam karena perilaku buruk tersebut dapat memecah belah persaudaraan.

“Kalau yang disampaikan baik, tidak apa-apa, silakan. Tapi kalau kalau yang disampaikan menimbulkan keresahan, kita harus berani merespon,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi yang hadir mengenakan baju koko putih berbalut jas, sarung, dan peci menegaskan bahawa jika masyarakat tinggal diam, mereka akan termakan fitnah tersebut.

“Kabar menyesatkan seperti itu berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara,” ucap Jokowi. 

Acara pembukaan Munas dan Konbes ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional di antaranya Mustasyar PBNU KH. Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Ketum PBNU Prof KH. Said Aqil Siroj, serta kiai dan ulama dari berbagai daerah.

Hadir juga sejumlah menteri kabinet kerja Susi Pudjiastuti, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menkominfo Rudiantara.

Hadir juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua PP Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa. Ulama internasional, Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi dari Suriah dan Syekh Musthafa Zahran dari Mesir.

Munas dan Konbes NU, forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU yang berlangsung 27 Februari-1 Maret 2019 ini membahas problem-problem aktual dari sisi hukum Islam atau fiqih. Para ulama dan kiai dari 34 provinsi akan membahasnya dalam forum bahtsul masail.

Dalam forum Bahtsul Masail Ad-Diniyyah Waqi’iyyah, NU akan mengurai dan membahas persoalan bahaya sampah plastik, perusahaan AMDK yang menyebabkan sumur warga kering, masalah niaga perkapalan, bisnis money game, dan legalitas syariat bagi peran pemerintah. Kemudian, Bahtsul Masail Ad-Diniyyah Maudluiyyah akan membahas tentang negara, kewarganegaraan, dan hukum negara serta konsep Islam Nusantara. Sedangkan Bahtsul Masail Ad-Diniyyah Qanuniyah akan membahas tentang RUU Anti Monopoli dan Persaingan Usaha dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (Alazhar Media)

No comments:

Post a Comment