Saturday, December 21, 2019

Azharussholawat Rayakan Milad dengan Shalawat Akbar dan Potong Tumpeng



Al-Azhar Media
Grup Hadroh pondok pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar Jawa Barat kini menginjak usia yang ke 59 tahun. Ya usia yang memang terbilang bukan muda lagi. Malam ini merupakan malam Shalawat Akbar dalam rangka Milad ke-59 Azharussholawat dan menyambut Liburan Semester Ganjil. Lantunan hadroh-pun menggetarkan podium, memanggil para hadirin dan segera memadati panggung utama.

Dalam sambutan, KH. Mu’in Abdurrohim menceritakan cikal bakal lahirnya Azharussholawat. beliau bercerita bahwa cikal bakal lahirnya Azharussholawat tidak terlepas dari sejarah berdirinya pondok pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar Sejak tahun 1960 silam.

Abah Mu’in begitu para santri akrab memanggilnya mengatakan bahwa "Dahulu sejak awal berdirinya pesantren ini yang memperjuangkan Azharussholawat adalah KH Abdurrohim, Sang guru pendiri  pesantren ini," kenangnya.

"Dahulu waktu 1960 an masih memakai alat musik jidur yang bedugnya satu," tambahnya dihadapan ribuan santri  putera puteri, Sabtu malam 21 Desember 2019 dihalaman Aula jadid.

Dari desa ke desa Simbah Abdurrohim dan para santrinya memperkenalkan Azharussholawat dengan menggunakan alat musik tradisional bernama jidur.

Sebelum memulai Shalawat, dilakukan prosesi potong tumpeng sebagai wujud rasa syukur untuk Azharussholawat yang malam ini telah menginjak usia 59 tahun. Potong tumpeng di pimpin Abah Muin, sang pengasuh dan diberikan kepada Gus H. AB Syafiq dan Gus H. M. Nailul Azmi, ketua Santri pesantren ini.

Selain itu, sebelum memimpin Shalawat beliau bercerita tentang sahabat Uwais Al-Qorni. Ia adalah seorang tabiin yang cinta sekali kepada Nabi Muhammad SAW. "Saking kepinginnya berjumpa dengan Nabi, sampai-sampai ia berani untuk jalan kaki dari Yaman ke Madinah hanya untuk bertemu Rasulullah SAW," ungkapnya.

Hal paling mengharukan, karena Ibunya ingin ikut serta untuk berhaji. Lalu ia berangkat bersama sang ibu. karena Ibunya yang kurang mampu untuk berjalan, maka Uwais menggendong ibunya selama perjalanan ke Makkah. Sehingga Nabi SAW mendoakan Uwais Al-Qorni masuk surga dengan hati yang bahagia.

Pesan Abah, karena malam ini adalah malam menyambut liburan tahun ganjil, Abah berharap kepada para santri agar bisa seperti Uwais Al-Qorni. Patuh sering membantu hingga membahagiakan orang tuanya.  

Selain itu kita juga dapat meneladani dari kisah ini untuk meningkatkan kecintaan kepada baginda Rasulullah SAW salah satunya dengan memperbanyak shalawat.

Selamat merayakan Milad Azharus Shalawat. Semoga tambah berkah dan selamanya membawa nama harum Al-Azhar dimanapun dan kapanpun.

(Aisyah/Bad’ul/Alazhar Media/21/12/2019)

No comments:

Post a Comment