Sunday, December 29, 2019

Tugas Santri: Akhlakul Karimah Menjadi Wasilah Ilmu Yang Bermanfaat


Banjar, Alazhar Media
Adanya kehidupan dunia menuntut manusia melakukan aktivitas, baik aktivitas secara pribadi, kepada sesama manusia atau kepada sang pencipta (Allah SWT). Hal tersebut akan membawa dampak positif, khususnya bagi para santri yang sedang menuntut ilmu agama Islam, ilmu yang bermanfaat menjadi do’a sepanjang masa, besar harapan ilmu yang sudah diperolehnya (oleh santri), dapat diimplementasikan dalam sikap dan prilakunya.

Nilai substansi ajaran agama Islam secara menyeluruh akan bermuara kepada sikap dan prilaku bagi pemeluknya, khususnya para santri dan umat Islam pada umumnya. Agama Islam dijadikan pedoman dan petunjuk sebagaimana cahaya yang menjadi sinar dalam kegelapan, Proses yang dilalui oleh para santri dalam hal menuntut ilmu di pondok pesantren seyogyanya akan menghasilkan ilmu yang dapat diamalkan dalam kehidupannya, sehingga akan melahirkan sikap dan prilaku yang baik.

Sikap dan prilaku yang baik dapat di qiaskan seperti perhiasan, siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona, begitulah agama Islam mengajarkan sikap dan prilaku yang baik sebagai sarana dakwahnya. Syekh Muhammad Syakir al-Iskandari berkata :
الخلق الحسن زينة الانسان فى نفسه وبين اخوانه واهله وعشيرته فكن حسن الخلق يحترمك الناس ويحبوك
Artinya : “Budi Pekerti/Akhlak yang baik itu menjadi perhiasan manusia, bagi dirinya sendiri, diantara sudara-saudaranya, keluarganya dan teman pergaulannya, maka jadikanlah (kamu) orang yang memiliki budi pekerti/akhlak baik, niscaya kamu akan dimuliakan dan di cintai oleh manusia”

Nasihat Syekh Muhammad Syakir al-Iskandari senada dengan Hadist Rasulullah SAW :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ان الله استخلص هذ الدين لنفسه ولايصلح لدينكم الا السحاء وحسن الخلق الآ فزينوادينكم بهما
Artinya : “ Sesungguhnya Allah SWT sudah membersihkan agama ini (Islam) karena dzatnya, dan tidak sepantasnya (manusia membersihkan) terhadap agama kalian, kecuali bersikap murah hati dan bersikap baik, ingatlah kamu!, hiasilah agama kalian (Islam) dengan keduanya (bersikap murah hati dan berbuat baik)

Dalam hal proses mengaji/belajar, sikap/prilaku yang baik akan menentukan kemanfaatan ilmu dan keberkahannya, hal ini sebagaimana ungkapan Syekh Muhammad Syakir al-Iskandari dalam muqodimah kitab Washoya al-Abai Lil Abna’i :
وقد ضمنتها من الاخلاق مايحتج اليه طالب العلم فى بداية امره. حتى اذا وفقه الله للتخلق بها كان مرجوان ينفعه الله بعلمه وان ينفع به كثرا من خلقه
“dan sungguh saya memuatnya (kitab washoya) berisi tentang ilmu akhlak/budi pekerti, terhadap sesuatu yang menjadi kebutuhannya (pencari ilmu) didalam setiap perkara/sikapnya (pencari ilmu) yang baru dilakukan. Sehingga Allah SWT dapat menolongnya (pencari ilmu) sebab budi pekerti/akhlak baiknya (pencari ilmu), (Allah SWT menolongnya) berupa kemanfaatan ilmunya (pencari ilmu) dan (pencari ilmu) dapat memberikan manfaat kepada orang banyak dari makhluknya Allah SWT”.
Walohu ‘Alam

Penulis:
(Bad'ul Hilmi A/Lajnah Bahtsul Masail (LBM) PPMH Al-Azhar Citangkolo)

No comments:

Post a Comment